Alasan Kenapa Wawancara Kerja Itu Perlu Dipelajari

Ketika seseorang mencari kerja maka ia harus siap dengan beberapa tahapan dalam penerimaan karyawan termasuk salah satunya adalah tahap wawancara kerja. Dimana wawancara merupakan tahpa yang banyak ditakuti oleh para pencari kerja karea tahap ini sangat menentukan diterima atau tidaknya seorang pelamar kerja. Biasanya orang-orang yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas atau Kuliah akan merasakan momok yang luar biasa saat harus menghadapai wawancara dalam mencari kerja. Sebab selain CV, nantinya pelamar kerja akan dinilai dari gerak-gerik maupun cerita yang disampaikan sehingga akan semakin meyakinkan pihak HRD. Meskipun sering dianggap sebagai momok namun anda tak perlu khawatir karena dalam artikel ini akan dibahas seputar wawancara dalam kerja untuk menambah wawasan anda.

Mengenal Apa Itu Wawancara Kerja

Sebelum anda mengetahui cara untuk menghadapi wawancara secara tepat dalam proses rekruitmen kerja maka sebaiknya anda ketahui terlebih dahulu pengertian dari wawancara. Dimana proses wawancara kerja biasanya harus dilalui oleh seorang calon karyawan sesudah mereka mengajukan lamaran kerja di sebuah perusahaan. Untuk itulah dilakukan wawancara yang merupakan percakapan dari dua orang atau lebih untuk memperoleh informasi melalui percakapan yang berupa pertanyaan yang diberikan oleh pihak pewawancara.

Pihak perusahaan akan memberikan pertanyaan wawancara terhadap calon karyawan. Dimana wawancara tersebut dilakukan untuk mengumpulkan maupun mengetahui informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan, kepribadian maupun keterampilan calon karyawan yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan. Melalui tahap wawancara inilah maka perusahaan bisa memperoleh karyawan secara tepat sesuai dengan yang dibutuhkan.

Dari hasil wawancara itulah maka akan menjadi bahan pertimbangan pihak HRD perusahaan untuk menentukan apakah calon karyawan tersebut memang bisa diterima atau tidak. Sedangkan jenis pertanyaan yang diberikan pada calon karyawan juga tidak jauh dari catatan calon karyawan yang sudah disampaikan dalam surat lamaran kerja maupun CV yang dikirimkan ke pihak perusahaan.

www.pexels.com

Tujuan Dilakukan Wawancara

Sebuah perusahaan melakukan wawancara kerja secara umum dilakukan untuk mengetahui potensi maupun kemampuan yang dmiliki oleh karyawan sesuai dengan bidang atau posisi pekerjaan yang dilamar. Untuk itulah sebaiknya sebelum anda melakukan wawancara maka sebaiknya silakan ketahui terlebih dahulu dan dikenali posisi yang akan anda inginkan. Dengan begitu maka anda bisa lebih mudah dalam menjawab pertanyaan yang diajukan sehingga bisa terjawab dengan benar. Untuk menambah wawasan anda seputar wawancara kerja maka berikut ini akan dijelaskan tujuan wawancara tersebut untuk menambah wawasan anda.

  1. Kemampuan dan Keterampilan
    Kemampuan serta keterampilan seorang calon karyawan memang sangat menentukan keberhasilan dalam menjalankan tugas sesuai bidang yang telah dibebankan oleh perusahaan/ Untuk itulah saat melakukan seleksi karyawan baru maka banyak perusahaan yang memilih menerapkan kebijakan dengan melakukan serangkaian tes awal dengan cakupan kompetensi sesuai yang dibutuhkan perusahaan tersebut. Salah satu tahap tes tersebut adalah tes wawancara yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi maupun kemampuan calon karyawan sesuai dengan bidang yang dibutuhkan. Bahkan setelah melalui tahap wawancara ini dan dinyatakan lolos seleksi maka karyawan masih harus melalui tahap magang atau training berdasarkan ketentuan dari masing-masing perusahaan. Hal ini perlu dilakukan oleh pihak perusahaan sebagai langkah dalam menggali potensi sebanyak mungkin dari calon karyawan sehingga bisa diperoleh karyawan yang benar-benar tepat dan berkompeten.
  2. Motivasi Kerja
    Secara umum tujuan utama para calon karyawan dalam mencari kerja yaitu untuk memperoleh penghasilan. Meskipun begitu sebaiknya anda perlu waspada saat mengikuti wawancara karena bisa saja anda akan terjebak pertanyaan yang berkaitan dengan gaji dan motivasi kerja. Terdapat beberapa pertanyaan menjebak yang mungkin anda temui saat mengikuti wawancara kerja yaitu alasan berhenti dari perusahaan yang lama, motivias bekerja di perusahaan tersebut bahkan anda diminati pendapat menganai alasan perusahaan harus memperkerjakan anda. Sebetulnya masing-masing pertanyaan dalam wawancara tersebut saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Bahkan anda juga akan dihadapkan dalam pertanyaan yang berkaitan dengan besaran gaji lalu disesuaikan dengan kontribusi anda kepada perusahaan.
  3. Kesesuaian dan Etika Kerja
    Tak hanya untuk mengetahui kemampuan maupun motivasi kerja calon karyawan, adanya tahap wawancara juga memudahkan pihak perusahaan untuk mengetahui kepribadian pelamar kerja. Dengan demikian pihak HRD bisa mengetahui apakah kepribadian calon karyawan tersebut sesuai dengan yang diperlukan perusahaan tersebut atau tidak. Perlu anda ketahui pula bahwa wawancara kerja bertujuan untuk membuktikan serta klarifikasi dari apa yang sudah anda sampaikan dalam surat lamaran maupun CV. Dengan begitu maka anda diberikan kesempatan untuk semakin meyakinkan pihak perusahaan melalui wawancara.

www.pexels.com

Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Mengikuti Wawancara

Setelah anda memperoleh jadwal wawancara dari perusahaan yang anda lamar, maka anda sebaiknya harus segera melakukan persiapan yang matang agar proses wawancara berjala lancar. Untuk mencegah agar anda tidak menunggu dalam persaan yang bimbang dan cemas maka sebaiknya persiapkan terlebih dahulu beberapa hal penting. Berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja agar semakin siap mengahadapi seleksi.

  1. Mempelajari Perusahaan
    Biasanya banyak calon karyawan yang memilih untuk melamar pada perusahaan yang sudah terkenal dan ternama. Meskipun begitu bukan berarti anda bisa tenang begitu saja karena sebaiknya anda mempelajari calon perusahaan tempat anda bekerja. Silakan mencari informasi melalui internet mengenai perusahaan tersebut sehingga anda lebih siap menghadapu tahap seleksi. Biasanya akan ada beberapa informasi yang bisa anda peroleh mengenai perusahaan tersebut diantaranya latar belakang perusahaan, jasa atau barang yang ditawarkan, misi perusahaan dan lain sebagainya. Informasi tersebut bisa anda gunakan sebagai bahan pertanyaan yang diajukan saat sesi terakhir wawancara.
  2. Latihan Interview
    Supaya anda lebih siap dan terlatih menghadapi peawancara maka silakan berlatih wawancara di depan cermin. Dari refleksi cermin tersebut anda bisa menilai gestur dan cara anda menjawab pertanyaan apakah sudah sesuai panduan wawancara. Buta juga flash card yang isinya memuta daftar pertanyaan yang kemungkinan biasanya dilontarkan oleh perekrut. Melalui flash card tersebut anda bisa mengetahui kesiapan saat mengahadapi pertanyaan dalam wawancara. Selain itu anda bisa minta tolong kepada teman atau orang-orang terdekat anda untuk membantu anda berlatih wawancara. Kemudian mintalah penilaian atau pendapat dari rekan anda tersebut mengenai keterampilan anda saat menghadapi latihan wawancara.
  3. Mencari Tahu Job Desc
    Adanya tahap wawancara kerja bertujuan untuk mengetahui seberapa paham calon kandidat seputar pekerjaan yang dilamar. Biasanya bagi yang sudah memiliki pengalaman kerja maka bukan menjadi sebuah masalah. Namun untuk yang masih fresh graduate maka harus mempelajari secara detail dan terperinci mengenai job desc pekerjaan yang dilamar tersebut.
  4. Mengikuti Pelatihan Tambahan
    Tinjaulah kembali persyaratan kandidat pekerja yang memang diinginkan oleh pihak perusahaan lalu sesuaikan dengan kualifikasi anda. Bila anda merasa masih belum memenuhi maka silakan mengikuti kursus singkat yang berkaitan dengan kehalian serta keterampilan kerja yang sesuai hingga menunggu panggilan seleksi kerja tersebut. Bila anda sudah lulus dari pelatihan tersebut maka sertifikat yang anda peroleh bisa anda tunjukkan pada pihak perekrut dari perusahaan. Tak perlu khawatir meskipun nantinya ternyata anda gagal namun pelatihan dan sertifikat tersebut masih bisa anda gunakan untuk melamar kerja lagi.
  5. Menjaga Kesehatan
    Biasanya panggilan wawancara kerja akan datang kapan saja dan tidak bisa dipastikan. Untuk itulah anda perlu menjaga kesehatan supaya saat panggilan wawancara tersebut datang, anda berada dalam kondisi yang sehat dan fit. Jgalah kesehatan tubuh anda dengan menjaga pola makan sehat, istirahat yang cukup dan berolahraga secara teratur.
  6. Memilih Pakaian yang Tepat
    Pada saat anda akan mengikuti wawancara sebaiknya ketahui budaya kerja dan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Hal ini sangatlah penting untuk memudahkan anda dalam memilih pakaian yang tepat saat mengikuti wawancara. Silakan pilih pakaian yang cocok dan rapi untuk dikenakan saat wawancara. Bila anda mengikuti wawancara perusahaan besar yang lingkungan kerjanya masih tradisional maka anda bisa memilih pakaian dengan setelan dengan warna netral sehingga akan memberikan kesan yang lebih formal dan profesional. Tetapi bila perusahaan yang anda lamar tersebut merupakan jenis perusahaan industri kreatif maka silakan gunakan pakaian casual saat wawancara. Hindari memakai pakaian yang terlalu besat seperti setelan jas karena hal tersebut justru membuat anda kurang merasa nyaman.
  7. Membersihkan Sosial Media
    Perlu anda ketahui bahwa para perekrut di zaman modern seperti saat ini akan menelusuri akun sosial media anda sehingga anda perlu waspada. Untuk itulah saat anda mempunyai waktu luang maka silakan bersihkan postingan di sosial media anda. Hapuslah unggahan atau sampah digital yang memang sekiranya kurang perlu dan bisa berpotensi akan merusak citra positif dari diri anda. Selain itu pastikan alamat email yang tertera dalam CV anda merupakan alamat email dengan nama anda dan bukan samaran. Untuk itulah anda perlu memperhatikan cara membuat email yang benar untuk menghadapi rekrutmen kerja.

www.pexels.com

Trik Menghadapi Wawancara Kerja Agar HRD Terpikat

Menghadapi wawancara dalam mencari kerja memang tidak semudah yang dibayangkan. Sebab bila anda salah menjawab atau menampilkan kepribadian yang kurang sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan maka bisa saja anda akan gugur di tahap wawancara ini. Namun anda tak perlu khawatir karena berikut ini akan dijelaskan trik menghadapi wawancara kerja supaya HRD terpikat dengan jawaban anda.

  1. Ketahui Posisi Pekerjaan yang Anda Lamar
    Perlu anda ketahui bahwa HRD menyukai calon karyawan yang siap dalam menghadapi wawancara kerja. Pihak HRD biasanya akan menanyakan apa saja yang anda ketahui seputar perusahaan yang anda lamar. Terkadang anda juga akan ditanyai mengenai bayangan anda saat bekerja pada posisi yang anda lamar tersebut. Hal tersebut biasanya dilakukan untuk menguji apakah anda memang benar-benar melamar pekerjaan tersebut karena memang sesuai dengan minat dan kemampuan anda. Untuk itulah seseorang yang akan menghadapi wawancara sebaiknya mempersiapkan pengetahuan mengenai perusahaan sehingga akan memberikan nilai yang lebih dimata HRD.
  2. Komunikatif Saat Wawancara
    Saat HRD memberikan pertanyaan sebaiknya jangan hanya menjawab secara singkat menggunakan kata “Ya” atau “Tidak”. Hindari menjawab pertanyaan dengan jawaban yang terlalu pendek karena sebetulnya pertanyaan dari HRD merupakan pancingan supaya anda bersedia bercerita lebih banyak dari yang anda tuliskan dalam CV. Untuk itulah sebaiknya anda menyampaikan hal-hal yang tidak tertulis dalam CV. Misalnya saja saat anda menceritakan tentang organisasi maka silakan lanjutkan dengan hal-hal yang anda peroleh saat mengikuti organisasi termasuk pula prestasi. Namun hindari terlalu banyak menceritakan tentang kehidupan anda agar pihak HRD tidak merasa bosan.
  3. Bertanya Mengenai Tugas Pekerjaan yang anda Lamar
    Meskipun anda adalah pihak yang akan diwawancarai namun tak ada salahnya bila anda menunjukkan antusias dengan menanyakan mengenail hal-hal yang berkaitan dengan lowongan kerja yang anda lamar. Hal ini akan menggambarkan niat besar anda untuk bergabung dalam perusahaan tersebut.Untuk itulah silakan tanyakan apa saja tugas anda dalam lowongan pekerjaan tersebut. Lalu coba padukan apakah ekspektasi anda sesuai dengan tugas pekerjaan tersebut yang sesungguhnya.
  4. Latar Belakang Pendidikan
    Biasanya sebagia HRD menginginkan bahwa pelamar berasal dari latar belakang pendidikan sesuai dengan lowongan pekerjaan tersebut. Namun bila ternyata latar belakang pendidikan anda kurang sesuai dengan lowongan pekerjaan tersebut maka upayakan anda sudah memiliki pengalaman kerja yang bersinggungan dengan bidang pekerjaan tersebut. Menurut Albert Mahendra diketahui bahwa beberapa HRD percaya bahwa talenta yang baik yaitu berasal dari pelamar yang sesuai dengan pekerjaan yang ada. Banyak hal-hal teknis yang memang sulit dikuasai bila tidak mempelajari mengenai ilmunya. Untuk itulah pengalaman kerja maupun latar belakang pendidikan sangat berpengaruh saat melamar pekerjaan.
  5. Menulis Kemampuan Terukur di CV
    Perlu anda ketahui bahwa mungkin kebanyakan para pelamar kerja selama ini masih banyak yang menuliskan kemampuan tak terukur dalam CV mereka seperti komunikatif, leadership, kerjasama dan lain sebagainya. Padahl nantinya saat wawancara kerja, kemampuan tersebut akan ditanyakan oleh pihak HRD bahkan anda bisa juga dimintai bukti konkretnya baik berupa sertifikat atau piagam. Hal tersebut biasanya akan membuat seseorang merasa kesulitan untuk menjelaskan saat wawancara. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya tuliskan skill yang bisa diukur saja dalam CV. Contohnya kemampuan berbahasa Inggris yang ditunjukkan dengan sertifikat TOEFL, atau bisa juga dengan menjawab pertanyaan dengan bahasa inggris. Sedangkan bila anda ingin menuliskan softskill dalam CV sebaiknya tuliskan pengalaman anda saja misalnya menjadi ketua panitia, dan lain sebagainya.
  6. Gagal Bukan Berarti Akhir Segalanya
    Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan yang unik meskipun seseorang memiliki kembaran tetapi mereka pasti memiliki keunikan tersendiri. Hal tersebut juga berlaku saat rekrutmen kerja. Anda harus siap menghadapi berbagai risiko termasuk kegagalan. Namun bila akhirnya anda gagal dan belum diterima maka bukan berarti anda kurang mampu dan merupakan akhir dari segalanya. Bisa Kegagalan tersebut disebabkan oleh persiapan yang kurang kuat atau bisa saja ternyata kemampuan unik yang anda miliki kurang sesuai dengan lowongan kerja yang anda lamar. Untuk itulah bila anda gagal sebaiknya jangan menyerah begitu saja dan berputus asa. Bisa jadi keunikan yang anda miliki memang cocok untuk bidang pekerjaan lainnya.

Itulah tadi penjelasan mengenai wawancara kerja serta hal-hal yang berkaitan dengan wawancara tersebut. Bila anda akan menghadapi wawancara rekrutmen kerja sebaiknya silakan perhatikan beberapa penjelasan di atas. Dengan begitu anda bisa mempersiapkan diri secara lebih matang mulai dari pakaian, gestur serta persiapan jawaban yang kemungkinan akan dilontarkan oleh pewawancara. Mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan percaya diri maka akan mengantarkan anda pada pintu kesuksesan saat wawancara sehingga bisa diterima kerja di perusahaan tersebut.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *